Surah Al-Kahfi, Benteng Seorang Mukmin dari Fitnah Dajjal
Ustadz Wandi Bustami Lc MAg
Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg
SALAH satu kabar ghaib yang disampaikan baginda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dalam hadis-hadis eskatologi (akhir zaman) ialah kemunculan satu sosok Dajjal (الدَّجَّالُ). Dari sisi bahasa, dajjal berasal dari kata da-ja-la (دَجَلَ) yang bermakna, as-satr (menutup), al-kazb (dusta) dan at-tamwîh (samar atau mencampur adukkan). Dari ketiga makna ini dapat dipahami bahwa dajjal merupakan satu sosok yang menutupi, mendustakan dan mencampur adukkan antara kebenaran dan kebatilan.
Frasa Dajjal selalu dikaitkan dengan al-masîh, yang bermakna menghapus atau mengembara ke seluruh bumi. Penamaan dua kata itu menunjukkan sifat asli yang melekat pada Dajjal, di mana keberadaannya kelak menghapus kebenaran dan menguasai seluruh bumi selain kota suci Makkah dan Madinah, karena dijaga ketat oleh para malaikat.
Dampak fitnah yang ditimbulkan Dajjal sangat besar. Siapa saja yang hidup di zaman itu berada dalam dua pilihan antara menolak atau mengikuti. Orang-orang berpegang teguh dengan keimanan akan menghadapi ujian yang berat. Sementara pengikutnya akan mendapat kesenangan dunia dan perlindungan yang ketat. Iman dan kafur; hak dan batil benar-benar kentara, seseorang tidak akan dapat menyembunyikannya dari kuasa Dajjal.
Riawayat dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
Sejak penciptaan Adam sampai hari Kiamat tidak ada satu makhluk yang lebih besar fitnahnya daripada Dajjal (HR. Muslim)
Hadis ini sebagai isyarat bahwa tidak ada ujian akidah yang lebih dahsyat daripada fitnah Dajjal. Bahayanya bukan terletak pada kekuatan fisiknya, tetapi pada kemampuannya memengaruhi cara berpikir, menggoyahkan keyakinan, serta memanfaatkan kelemahan manusia terhadap harta, kekuasaan, dan kenikmatan dunia. Selain itu, Dajjal mampu mengubah persepsi manusia, sesuatu yang baik tampak buruk dan buruk terlihat baik.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
إنَّ الدَّجَّالَ يَخْرُجُ وَإنَّ مَعَهُ مَاءً وَنَارًا فَأَمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ مَاءً فَنَارٌ تُحْرِقُ وَأمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ نَارًا، فَمَاءٌ بَاردٌ عذْبٌ، فَمَنْ أدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقَعْ فِي الَّذي يَراهُ نَارًا فَإنَّهُ ماءٌ عَذْبٌ طَيِّبُ
Sesungguhnya Dajjal akan keluar, dan bersamanya ada air dan api. Adapun yang dilihat manusia sebagai air, sesungguhnya itu adalah api yang membakar. Sedangkan yang dilihat manusia sebagai api, sesungguhnya itu adalah air yang dingin lagi segar. Maka barang siapa di antara kalian menjumpainya, hendaklah ia memilih sesuatu yang tampak sebagai api, karena sesungguhnya itu adalah air yang segar lagi baik." (HR. Muttafaqun alaihi)
Agar umat Islam bisa terlepas dari fitnah Dajjal di akhir zaman, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam memerintahkan umatnya untuk mengamalkan surat al-Kahfi.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ
Dari Abu Darda` bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surat al-Kahfi, maka ia akan terpelihara dari (kejahatan) Dajjall." (HR. Muslim).
Imam as-Sayuthi berkata: Seseorang akan terlepas dari Dajjal apabila membaca surat al-Kahfi karena dalam surat ini Allah swt menceritakan tentang perkara yang ajaib (spektakuler) dan tanda-tanda kekuasaan-Nya. (Sayuthi, Ad-Dîbâj, 2/403). Dalam riwayat lain bahwa siapa yang membaca surat al-Kahfi maka ia akan terjaga dari fitnah Dajjal. (Manshûr bin Idrîs al-Buhûthî, Syarhu Muntahâ al-Irâdât, 2/27).
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَهُوَ مَعْصُومٌ إِلَى ثَمَانِيَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ فِتْنَةٍ تكون فَإِنْ خَرَجَ الدَّجَّالُ عُصِمَ مِنْهُ
Dari Ali bin Abi Thālib berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka ia dipelihara selama delapan hari dari segala fitnah; dan jika Dajjal keluar, maka ia dipelihara dari fitnahnya. (Dhiâuddin al-Maqdisi, al-Ahâdîtsu al-Mukhtârah allazi lam Yakhruju al-Bukhârî wa Muslim fi Shahîhaihima).
Dari penjelasan di atas dapat ditarik satu kesimpulan bahwa fitnah Dajjal merupakan ujian akidah terbesar yang akan dihadapi manusia menjelang hari kiamat. Dajjal memiliki kemampuan membalikkan persepsi, sehingga kebenaran tampak sebagai kebatilan dan sebaliknya.
Karena itu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mengajarkan umat Islam untuk memperkuat keimanan dengan menghafal dan membaca Surat Al-Kahfi, khususnya sepuluh ayat pertama serta membacanya pada hari Jumat. Amalan ini, dengan izin Allah Subhanahu Waatala, menjadi sebab terpeliharanya seorang mukmin dari berbagai fitnah, termasuk fitnah Dajjal, sekaligus meneguhkan keyakinan agar tetap berpegang teguh pada kebenaran.***

Tulis Komentar